Menu Utama
Untitled Document
Cuma 1,1 Persen Dosen Mampu Meneliti
Surabaya (Kompas: (23/01/08) Dari 180.000 dosen di Indonesia, diperkirakan hanya sekitar 1,1 persen yang mampu meneliti secara layak. Tidak heran, kontribusi Indonesia pada perkembangan ilmu pengetahuan amat rendah. Demikian disampaikan penilai hibah bersaing Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Mien A Rifai APU, di Surabaya, Selasa (22/1). ”Setidaknya saya lihat itu berdasarkan proposal penelitian yang masuk ke Dikti. Secara umum hanya 2.000 dosen yang mampu meneliti dengan layak,” ujarnya. Banyak dosen lebih sibuk mengajar di banyak tempat daripada meneliti untuk kepentingan pengembangan ilmu. Pasalnya, penelitian untuk bidang ilmu dinilai lebih merepotkan.
Baca selengkapnya...
 
Filantropi Belum Terpetakan. Kesadaran Tinggi, Dana Melimpah
Jakarta (Kompas: (16/01/08) Potensi dana dari kegiatan filantropi atau kedermawanan sosial masyarakat sebenarnya cukup besar dan potensial untuk membantu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, filantropi masih dilakukan tanpa koordinasi dan tidak berkesinambungan. Akibatnya, kontribusi filantropi untuk pemecahan masalah-masalah sosial, masalah kemanusiaan, dan lingkungan hidup belum maksimal. "Sumber daya filantropi di Indonesia sebenarnya cukup besar. Banyak perusahaan mulai berorientasi melaksanakan tanggung jawab sosial (CSR). Media massa juga tumbuh menjadi media filantropi yang menggalang dana kemanusiaan dari masyarakat. Juga ada dana dari masyarakat Islam di Indonesia yang disalurkan dalam bentuk zakat, dan sebagainya," kata Ismid Hadad, Ketua Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), di Jakarta, Selasa (15/1).
Baca selengkapnya...
 
'Pendidikan segera jadi ajang bisnis'
Jakarta (Bisnis  Indonesia: (11/01/08) Sekitar 200.000 lembaga pendidikan-mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi-sebentar lagi bakal menjadi ajang bisnis. Menurut Direktur Institute for Education Reform Universitas Paramadina Utomo Dananjaya, pelaksanaan komersialisasi pendidikan tersebut tinggal menunggu disahkannya Rancangan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) menjadi undang-undang. Pembuatan RUU BHP bertujuan menggantikan peran pemerintah dalam mengelola sepenuhnya lembaga pendidikan yang terdapat di Tanah Air.
Baca selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 26 - 31 dari 458

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).

Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.