Jakarta, 10 Juni 2010 – Putera Sampoerna Foundation secara konsisten menggaungkan upaya untuk mengajak setiap individu menanggulangi permasalahan mengenai pendidikan di Indonesia. Salah satunya melalui kampanye bekelanjutan Save a Teen yang dimulai sejak tahun 2009. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak semua elemen masyarakat yang peduli untuk turut berkontribusi dengan cara menyalurkan bantuan finansial kepada generasi muda berprestasi dan berkarakter yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Melihat fenomena tingginya angka remaja putus sekolah di Indonesia sangatlah memprihatinkan. Seperti Data Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2007/2008 yang mengungkapkan bahwa 1,5 juta remaja Indonesia tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Penyebab utama persoalan tingginya angka putus sekolah adalah keterbatasan ekonomi. Hal ini menggambarkan strata ekonomi di Indonesia yang lebih dari 30 juta penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan.
”Remaja adalah calon pemimpin masa depan bangsa, membantu memastikan para remaja kita yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak bukanlah semata tanggung jawab pemerintah. Melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa Indonesia yang memiliki tujuan sama menjembatani perbedaan untuk membangun keberhasilan pembangunan.” ujar Managing Director Putera Sampoerna Foundation Nenny Soemawinata.
Sejalan dengan visi rencana strategis pemerintah dalam membangun pendidikan nasional 2010 – 2014 agar terwujudnya layanan prima pendidikan nasional guna membentuk insan Indonesia Cerdas Komprehensif, Kampanye Save a Teen mentargetkan dapat membiayai 12,000 remaja putus sekolah dari seluruh penjuru Indonesia.
Kampanye ini berhasil menggandeng mitra – mitra dari berbagai sektor industri seperti perbankan, telekomunikasi, restoran dan hiburan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap mewujudkan kesetaraan peluang bagi remaja putus sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
”Bagi kami, dukungan mitra dari berbagai sektor industri sangat penting guna meningkatkan kesadaran dan keterlibatan dari seluruh elemen masyarakat untuk membantu merealisasikan kesempatan para remaja yang membutuhkan untuk meneruskan pendidikannya di sekolah. Melihat dukungan mitra serta para individu yang peduli, kami optimis dalam kurun waktu satu tahun, kami dapat mengembalikan 12,000 remaja putus sekolah untuk kembali duduk di bangku sekolah.” menurut Vira Soekardiman, Sales Director Putera Sampoerna Foundation.
”Melalui kampanye Save a Teen, Putera Sampoerna Foundation percaya bahwa bersama kita dapat membuat perubahan untuk menciptakan pemimpin masa depan Indonesia yang berkualitas dengan membantu pelajar Indonesia yang membutuhkan bantuan.” tambah Vira Soekardiman.
Di tahun 2010 ini mitra Save a Teen bertambah sebanyak 45 perusahaan yang bersedia untuk melibatkan konsumennya untuk turut mendukung kampanye Save a Teen . Mitra program Save a Teen di tahun 2010 adalah Plasma, Bank Mandiri, Esia, Fren, BCA, Black Canyon Coffee, Citibank, BII, Coca Cola, Bank Bukopin, Warner Music Indonesia, Musica Studio’s, Sony Music, Trinity Optima Production, Aston Denpasar, The Patra Bali, My Body Gym, Lee Cooper, Sampoerna Strategic Square, Fave Hotel Denpasar, Qwords.com, Elite, Encore Pizza, Aston at Grand Kuta, Ramada Resort Camakila Bali, Foodism, Pisa Cafe & Resto, Dekuta Bali, Bali & Beyond, MAP, HSBC, Java Jazz, J.CO, WAW, Lennor, Lasalle College, Hardrock FM, Cosmopolitan FM, I Radio, Trax FM, Trijaya Network, Women Radio, ARH Global Radio, Radio Dangdut TPI, dan Jak FM.
Bersama mitra-mitra retail ini, Putera Sampoerna Foundation dapat mewujudkan Save a Teen sebagai aksi donasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan menyenangkan.
Untuk berdonasi secara langsung, dapat langsung mentransfer ke rekening BCA atas nama Putera Sampoerna Foundation di 458-300-9992 atau hubungi 021-92342340 untuk keterangan lebih lanjut dan juga di www.sampoernafoundation.org/saveateen.
Mari Bersama Cerdaskan Penerus Bangsa!
Melihat fenomena tingginya angka remaja putus sekolah di Indonesia sangatlah memprihatinkan. Seperti Data Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2007/2008 yang mengungkapkan bahwa 1,5 juta remaja Indonesia tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Penyebab utama persoalan tingginya angka putus sekolah adalah keterbatasan ekonomi. Hal ini menggambarkan strata ekonomi di Indonesia yang lebih dari 30 juta penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan.
”Remaja adalah calon pemimpin masa depan bangsa, membantu memastikan para remaja kita yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak bukanlah semata tanggung jawab pemerintah. Melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa Indonesia yang memiliki tujuan sama menjembatani perbedaan untuk membangun keberhasilan pembangunan.” ujar Managing Director Putera Sampoerna Foundation Nenny Soemawinata.
Sejalan dengan visi rencana strategis pemerintah dalam membangun pendidikan nasional 2010 – 2014 agar terwujudnya layanan prima pendidikan nasional guna membentuk insan Indonesia Cerdas Komprehensif, Kampanye Save a Teen mentargetkan dapat membiayai 12,000 remaja putus sekolah dari seluruh penjuru Indonesia.
Kampanye ini berhasil menggandeng mitra – mitra dari berbagai sektor industri seperti perbankan, telekomunikasi, restoran dan hiburan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap mewujudkan kesetaraan peluang bagi remaja putus sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
”Bagi kami, dukungan mitra dari berbagai sektor industri sangat penting guna meningkatkan kesadaran dan keterlibatan dari seluruh elemen masyarakat untuk membantu merealisasikan kesempatan para remaja yang membutuhkan untuk meneruskan pendidikannya di sekolah. Melihat dukungan mitra serta para individu yang peduli, kami optimis dalam kurun waktu satu tahun, kami dapat mengembalikan 12,000 remaja putus sekolah untuk kembali duduk di bangku sekolah.” menurut Vira Soekardiman, Sales Director Putera Sampoerna Foundation.
”Melalui kampanye Save a Teen, Putera Sampoerna Foundation percaya bahwa bersama kita dapat membuat perubahan untuk menciptakan pemimpin masa depan Indonesia yang berkualitas dengan membantu pelajar Indonesia yang membutuhkan bantuan.” tambah Vira Soekardiman.
Di tahun 2010 ini mitra Save a Teen bertambah sebanyak 45 perusahaan yang bersedia untuk melibatkan konsumennya untuk turut mendukung kampanye Save a Teen . Mitra program Save a Teen di tahun 2010 adalah Plasma, Bank Mandiri, Esia, Fren, BCA, Black Canyon Coffee, Citibank, BII, Coca Cola, Bank Bukopin, Warner Music Indonesia, Musica Studio’s, Sony Music, Trinity Optima Production, Aston Denpasar, The Patra Bali, My Body Gym, Lee Cooper, Sampoerna Strategic Square, Fave Hotel Denpasar, Qwords.com, Elite, Encore Pizza, Aston at Grand Kuta, Ramada Resort Camakila Bali, Foodism, Pisa Cafe & Resto, Dekuta Bali, Bali & Beyond, MAP, HSBC, Java Jazz, J.CO, WAW, Lennor, Lasalle College, Hardrock FM, Cosmopolitan FM, I Radio, Trax FM, Trijaya Network, Women Radio, ARH Global Radio, Radio Dangdut TPI, dan Jak FM.
Bersama mitra-mitra retail ini, Putera Sampoerna Foundation dapat mewujudkan Save a Teen sebagai aksi donasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan menyenangkan.
Untuk berdonasi secara langsung, dapat langsung mentransfer ke rekening BCA atas nama Putera Sampoerna Foundation di 458-300-9992 atau hubungi 021-92342340 untuk keterangan lebih lanjut dan juga di www.sampoernafoundation.org/saveateen.
Mari Bersama Cerdaskan Penerus Bangsa!







