| Pendidikan Profesi Guru untuk 40.000 Sarjana |
|
(JAKARTA – KOMPAS: 23/10/08) - Pemerintah menyediakan tempat 40.000 kursi bagi sarjana jurusan apa pun untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru. Berbekal sertifikat pendidikan profesi inilah, sarjana bisa melamar menjadi guru pegawai negeri sipil maupun guru swasta.
"Nantinya, yang bisa menjadi ' guru hanyalah mereka yang memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal di Jakarta, Rabu (22/10). Penetapan kuota 40.000 calon guru itu sudah mendekati kebutuhan riil guru untuk menggantikan guru yang pensiun dan permintaan tenaga pendidik baru. Menurut Fasli, sarjana non-pendidikan yang bisa mengikuti pendidikan ini adalah para sarjana yang ingin menjadi guru mata pelajaran di tingkat SMP, SMA dan SMK. Adapun untuk menjadi gum TK dan SD, hanya bisa diikuti sarjana pendidikan TK dan SD. Pendidikan Profesi Guru, lanjut Fasli, untuk sarjana nonpen-didikan berlangsung selama enam bulan, sementara untuk sarjana pendidikan TK dan SD selama satu tahun. Sebelum mengikuti pendidikan, sambung Fasli, pelamar akan diseleksi secara ketat. "Hanya mereka yang mempunyai jiwa pendidik dan betul-betul ingin menjadi guru yang boleh ikut pendidikan profesi," kata Fasli. Menurut dia, hal itu dilakukan agar kelak kualitas guru meningkat. "Kami ingin supaya guru-guru baru nantinya betul-betul berkualitas," kata Fasli Jalal. Sulistyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mengatakan, kebijakan pemerintah untuk membuka pendidikan profesi guru merupakan langkah maju dalam peningkatan kualitas guru. Namun, penentuan kuota gum haruslah dihitung secara cermat, baik jumlah maupun penyebarannya. Tujuannya agar tidak ada lagi sekolah yang kekurangan guru yang pada akhirnya mengangkat gum di bawah standar. Menurut Sulistiyo, pemerintah seharusnya mengutamakan sarjana pendidikan untuk menjadi guru. Alasannya, mereka sudah terbina cukup lama untuk menjadi pendidik. "Untuk gum mata pelajaran yang terbuka dari sarjana non-penclidikan, seharusnya hanya untuk mata pelajaran yang langka, misalnya gum SMK yang membutuhkan gum yang punya keahlian spesifik," ujarnya. Secara terpisah Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan gum serta jumlah yang memadai.
Sampai tahun 2015 diperkirakan sebanyak 300.214 gum akan pensiun. Kekosongan ini akan diisi gum bam yang memenuhi syarat sesuai Undang-Undang Gum dan Dosen. (ELN) |
Tentang SF
Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 33.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.






