Menu Utama arrow Publikasi arrow Siaran Utama arrow Sampoerna Foundation Dirikan Sekolah Darurat untuk Klaten dan Bantul
Untitled Document
Sampoerna Foundation Dirikan Sekolah Darurat untuk Klaten dan Bantul

bantul_quake1Jakarta, 1 Juni 2006 – Bencana gempa tektonik di Yogyakarta yang terjadi minggu lalu dengan kekuatan sekitar 5,9 skala Richter telah menghancurkan bukan hanya rumah tinggal, tapi juga fasilitas pendidikan. Sampoerna Foundation (SF), sebuah organisasi filantrofi yang bergerak di bidang pendidikan, segera melakukan tanggap darurat guna membantu secara langsung para korban bencana di daerah tersebut. Untuk melihat foto-foto kami di Yogyakarta dan Klanten, silakan kunjungi situs kami di sini.

Setelah dimulai dengan pendirian 10 tenda darurat dan 5 tenda untuk dapur umum guna menampung para korban gempa, Sampoerna Foundation melanjutkan bantuan tahap pertama mereka sebagai upaya tanggap darurat dengan membantu membuat tenda darurat sekolah darurat yang satu tendanya mampu memuat sekitar 40 siswa, di daerah yang paling parah terkena gempa, yakni Bantul dan Klaten, dengan total nilai bantuan sebesar Rp. 250 juta. 

Elan Merdy, Chief Operating Officer Sampoerna Foundation mengatakan, “Kami sangat prihatin dengan kondisi yang ada di Yogya dan Jateng sekarang ini, apalagi tampaknya korban masih akan terus bertambah. Sampoerna Foundation, sebagai organisasi yang menfokuskan pada pendidikan di Indonesia, merasa terpanggil untuk membantu para korban, terutama bagi para anak-anak SD dan SMP untuk tetap melanjutkan proses belajar mereka, melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Yogyakarta, Pemda Bantul dan Klaten, kami mendirikan tenda untuk sekolah darurat di wilayah Bantul dan Klaten.  Kami berharap, sumbangan kecil kami ini dapat membantu anak-anak korban bencana agar tetap dapat melanjutkan aktivitas belajar-mengajar.”

Data yang didapat dari Posko Gempa Yogya-Jateng di Depdiknas per tanggal 31 Mei memperlihatkan bahwa sebanyak 173 gedung sekolah hancur, 105 rusak berat dan 852 rusak ringan. Sedangkan, sampai saat ini, sebanyak 53 guru telah menjadi korban, 18 di antaranya meninggal dunia, 27 menderita luka berat dan 8 luka ringan. Sedangkan, sebanyak 55 siswa tercatat meninggal dunia, 36 luka berat dan 8 luka ringan. Data ini masih akan bertambah terus sejalan dengan proses evakuasi yang masih terus berjalan.

Sementara itu, sampai saat ini Sampoerna Foundation juga masih terus melakukan upaya pencarian terhadap para penerima beasiswanya yang juga menjadi korban gempa tektonik ini. Tercatat dari 772 penerima beasiswa yang terdiri dari 533 penerima beasiswa aktif serta 239 alumni penerima beasiswa, hanya 61 orang yang sudah ditemukan kembali, sedangkan 711 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Menanggapi bantuan yang diberikan oleh Sampoerna Foundation ini, Dinas Pendidikan Yogyakarta, Pemda Bantul dan Klaten merasa bersyukur. “Kami menyambut baik bantuan dari Sampoerna Foundation ini, mengingat banyak sekali sekolah yang hancur. Hal ini otomatis menghentikan kegiatan belajar-mengajar anak-anak di sekolah. Semoga, bantuan ini dapat juga mengetuk institusi-insititusi lain untuk ikut membuat sekolah darurat”, kata Drs. Sugito M.Si Kepala Dinas Pendidikan DIY.
 
Pada tahap darurat, untuk melengkapi tenda-tenda penampungan, Sampoerna Foundation juga telah mengirimkan ahli-ahli psikologi dari Universitas Gajah Mada (UGM), yang akan ditempatkan  ditempatkan di tiap tenda penampungan, guna membantu para korban bencana gempa di Yogyakarta.

Elan menambahkan, “Kami juga mengusahakan untuk mengirim para psikolog tersebut ke sekolah-sekolah darurat, karena bencana ini pasti juga mengguncang jiwa anak-anak korban gempa ini. Para psikolog tersebut nantinya akan memberikan konseling trauma.”

Saat ini, Sampoerna Foundation telah menghimpun para penerima beasiswa yang tergabung dalam Sampoerna Foundation Scholar Club Yogyakarta bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi UGM untuk membantu operasional tenda pengungsian dan sekolah-sekolah darurat tersebut.

Untuk rekan-rekan media yang ingin mengunjungi tenda-tenda penampungan Sampoerna Foundation guna melihat kegiatan penyaluran bantuan fisik maupun pemulihan psikologi para korban bencana, dapat menghubungi personel Sampoerna Foundation di lapangan di No. HP: 0813-922-13930.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
Hendri Satrio       
Media Relations      
Sampoerna Foundation      
Sampoerna Strategic Square, Tower B, Lantai 3   
Jl. Jend. Sudirman Kav. 45     
Jakarta 12930, Indonesia     
Tel. +62-21-577 2340 ext. 7055 Fax. +62-21-577 2341  
Email: Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya   

Sufintri Rahayu
Supervisor   
Prisma Public Relations
Jl. Tebet Barat Raya No. 70
Jakarta Selatan 
Tel. +62-21-830 1500
Fax. +62-21-8303948
Email: Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya

 

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).

Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.