| Keharusan, Peningkatan Kualitas Guru |
|
Bantul (Kedaulatan Rakyat: 25/07/06) Peningkatan kualitas guru sekarang ini menjadi suatu keharusan. Untuk itu, guru-guru yang memang belum memenuhi persyaratan secara akademik, seperti diamanatkan Undang-undang Guru dan Dosen (UUGD) seharusnya menyesuaikan diri dengan segala kesadaran. Peningkatan dan sertifikasi memang sesuatu keharusan tak bisa dihindari lagi. Demikian ditegaskan Dr Buchory MS MPd, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam Seminar Tutup Kuliah dan Temu Alumni di kampus UPY, Jl Sonosewu Bantul, Minggu (23/7). Seminar bertema ‘Peningkatan Kualitas Guru Melalui Undang-undang Guru dan Dosen/UUGD dan Sertifikasi Profesi’ menghadirkan narasumber Dr Buchory MS MPd, Kepala Dinas Pendidikan DIY Drs Sugito MSi, Supri Hartanto SPd (alumni UPY), Ibnu Wibianto (mahasiswa PPKn-UPY), dipandu Armansyah, Risman Supandi SPd. Kegiatan tersebut dibuka Dr Salamah MPd (PR I-UPY), sambutan Suparjo (Ketua Panitia), Drs John Abari MSi (PR III-UPY), serta pengantar Drs Sri Redjeki MPd (Kaprodi PPkn), serta Walfarianto MSi (Koordinator Temu Alumni).Menurut Buchory, sertifikasi profesi dan peningkatan kualitas guru merupakan satu kesatuan. ”Peningkatan kualitas guru dan sertifikasi, satu kesatuan yang memang harus dilakukan guru,” ucap Buchory yang juga dosen PPKn.
Sedangkan Ibnu Widiarto lebih banyak mengamati peluang dan tantangan calon guru dengan UUGD, Supri Hartanto merefleksikan UUGD dalam peningkatan dinamisi kinerja guru. Menurut Ibnu, bila terjadi proses belajar, maka bersama itu pula terjadi proses mengajar. ”Dalam proses belajar mengajar, guru sebagai pengajaran dan siswa sebagai subjek belajar, dituntut adanya profil kualifikasi tertentu,” katanya. Kualifikasi tertentu dalam hal ini pengetahuan, kemampuan, sikap dan tata nilai serta sifat-sifat pribadi agar proses itu dapat berlangsung dengan efektif dan efisien.
|
Tentang SF
Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 33.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.






