Menu Utama
Untitled Document
Pemerintah Bersikukuh Laksanakan UN 2007
Jakarta (Kompas: 05/10/06) Pemerintah tetap bersikukuh menyelenggarakan ujian nasional atau UN 2007, sekalipun proses peradilan gugatan warga negara yang diajukan korban UN 2006 kepada pemerintah belum selesai. Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi X DPR dengan Mendiknas Bambang Sudibyo di Jakarta, Rabu (4/10).

Wakil Ketua Komisi X DPR Masduki Baedlowi mengungkapkan, pemerintah tidak bersedia mengubah Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan yang selama ini menjadi landasan hukum ujian nasional. Bahkan, dalam RAPBN 2007 terdapat usulan anggaran untuk UN sekitar Rp 250 miliar. Rencananya, UN 2007 diselenggarakan April tahun depan.

"Kami sudah sepakat untuk biaya UN 2007 masih ditandai bintang atau masih bermasalah. DPR masih akan memanggil BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) karena Mendiknas selalu beralasan lembaga itu sebagai pelaksana UN. Bahkan, kalau terpaksa, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dan sejumlah fraksi yang sepaham akan menyatakan tidak setuju terhadap anggaran UN," ujar Masduki yang anggota Fraksi PKB.

Dia menyatakan, sebagian besar anggota Komisi X DPR keberatan atas pelaksanaan UN sebagai penentu kelulusan. Kelulusan seharusnya ditentukan oleh guru. Selain itu, nilai mata pelajaran yang dimasukkan dalam ujian nasional seharusnya tidak memveto atau membatalkan nilai dari mata pelajaran lain. Koordinator Tim Advokasi Korban UN, Gatot, melalui siaran persnya menyatakan, pernyataan Mendiknas soal tetap dilaksanakannya UN 2007 jelas mengingkari proses hukum yang tengah berlangsung.

 

 

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah sebuah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi untuk menciptakan pemimpin Indonesia yang kompeten dan bermoral melalui pendidikan berkualitas. Sejak tahun 2001 SF telah memberikan lebih dari 32,000 beasiswa dari tingkat SD hingga S2, baik di dalam maupun luar negeri, kepada siswa yang memiliki kemampuan terbaik namun mengalami kesulitan keuangan.

Sejak tahun 2005, SF juga mengolah program pengembangan sekolah dengan mengadopsi  17 sekolah  dan 5 madrasah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Program ini memiliki tujuan positif yang tidak hanya ditujukan untuk siswa, tetapi ditujukan juga untuk guru, kepala sekolah dan sistem pendidikan. Pada tahun 2006, SF telah meluncurkan SF Teacher Institute (SFTI) dan menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan). Pada tahun 2009, SF akan meluncurkan program sekolah bertaraf internasional berasrama, Sampoerna Academy.

Di triwulan keempat tahun 2007, SF memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.