Menu Utama
Untitled Document
Belanja untuk Pendidikan
Jakarta (Indo Pos: (25/10/07)Belanja di mal dapat membantu pendidikan. Konsep itulah yang terbukti sukses menggalang dana untuk membantu anak-anak putus sekolah oleh Sampoerna Foundation. Mereka baru saja menggelar booth United for Education melalui berbagai data pendidikan yang ditampilkan dibooth tersebut.

Hendri B. Satrio, public relations Sampoerna Foundation, mengatakan melalui kegiatan booth (stan) United for Education dapat mengajak pengunjung Plaza Senayan untuk peduli pendidikan bagi anak-anak dengan membeli souvenir atau langsung menjadi orangtua asuh. Apa saja yang dipamerkan? Sampoerna Foundation menyediakan berbagai souvenir menarik seperti topi, kaus, baju, dan pernak-pernik unik lainnya. "Ada juga kartu Lebaran dan ucapan lainnya," kata Hendri.

Souvenir-souvenir tersebut dijual dengan harga berkisar Rp 10 ribu-Rp 65 ribu. Jika tidak ingin membeli apa pun namun berkeinginan untuk membantu biaya sekolah anak-anak Indonesia, pengunjung juga bisa secara langsung menyumbang melalui lembar komitmen yang disediakan di booth. "Seluruh hasil penjualan dari souvenir-souvenir akan disalurkan menjadi beasiswa melalui Sampoerna Foundation, dengan skema Rp 30 ribu untuk membiayai satu anak SD selama satu bulan, Rp 45 ribu untuk satu anak SMP selama satu bulan, dan Rp 60 ribu untuk satu anak SMA selama satu bulan," ungkap Hendri.

Menurut data Depdiknas 2005/2006, lebih dari 1 juta siswa Indonesia terpaksa drop out dari sekolah setiap tahun. Jumlah itu berarti sekitar 2,5 persen dari penduduk usia sekolah (7-18 tahun), di mana 35,78 persen di antaranya putus sekolah karena masalah ekonomi, bekerja atau mencari nafkah 23,56 persen, menikah 15,77 persen, lainnya 24,89 persen. Melihat kenyataan tersebut, Sampoerna Foundation sebagai sebuah organisasi filantrofi profesional yang menfokuskan diri pada peningkatan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia, merasa perlu untuk menggelar "awareness campaign" dengan membuka booth pameran pendidikan bekerja sama dengan beberapa mal dan gedung perkantoran di Jakarta. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat untuk lebih memperhatikan pendidikan di Indonesia.

"Melalui United for Education yang berkeliling dari mal ke mal ini, kami berharap dapat mengungkapkan kondisi pendidikan Indonesia yang membutuhkan banyak dukungan dari masyarakat luas," jelas Hendri. Dia berharap, kehadiran kampanye tersebut di tengah-tengah keseharian masyarakat Jakarta dapat mengetuk hati orang-orang yang memiliki tingkat kesejahteraan yang sudah cukup bagus untuk lebih sadar dan peduli terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.

Tercatat, selama pekan sosial di Plasa Senayan, total pengunjung yang mendatangi booth Sampoerna Foundation setiap harinya berjumlah sekitar 75 orang dengan dana yang terkumpul per hari sebanyak Rp 500 ribu-Rp 1,5 juta, sehingga total mencapai Rp 36 juta selama sepekan.

 

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).

Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.