Menu Utama
Untitled Document
Program Master Teacher di 3 Propinsi
ImageJakarta, 5 November 2007 – Sampoerna Foundation Teacher Institute (SF TI) dan Edith Cowan University (ECU) Australia bekrja sama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bali, dan Bangka Belitung membuka secara resmi lokakarya guru untuk menciptakan guru master di DKI Jakarta, Bali, dan Bangka Belitung. Lokakarya bertajuk Master Teacher ini dibuka oleh Dirjen PMPTK Depdiknas, Fasli Jalal dan Direktur SF TI Kenneth Cock, serta dihadiri oleh pengajar senior ECU Australia, Dr. Graeme Lock di kampus SF TI (05/11).

Lokakarya Mater Teacher akan dilaksanakan di dua tempat, yaitu di kampus SF TI, Jakarta dan kampus ECU, Perth. Peserta yang terpilih mengikuti program berjumlah 24 peserta, terdiri dari 1 kepala sekolah dan 3 guru dari masing-masing 6 sekolah di DKI Jakarta, Bali, dan Bangka Belitung. Seleksi sekolah dan peserta terpilih dilakukan sejak Agustus 2007 oleh tim dari SF TI dan Dinas Pendidikan Daerah terkait.

Lokakarya akan dilaksanakan selama enam bulan, dan akan diakhiri dengan evaluasi dan pemantauan secara langsung ke masing-masing daerah, yaitu Jakarta, Bali, dan Bangka Belitung untuk melihat bagaimana para peserta mengimplementasikan hasil lokakarya dan menjadi guru teladan di daerah masing-masing.

”Tujuan utama loakakarya ini adalah menciptakan guru teladan dengan kualitas master yang dapat mengembangkan lokakarya dan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru lain di daerah masing-masing,” jelas Kenneth Cock setelah pembukaan Master Teachers.

Lokakarya Master Teacher ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan yang telah dijalin SF TI dengan ECU sejak April lalu ini merupakan langkah awal dari pembentukan pusat pendidikan dan inovasi bagi para guru se-Asia Pasifik di Indonesia. ”Para guru master ini nantinya akan menjadi duta pendidik dari Indonesia yang bisa bertukar informasi dengan para pendidik se-Asia Pasifik. Mudah-mudahan mereka dapat menjadi contoh dan membagi informasi yang mereka punya ke guru-guru lain di seluruh Indonesia,” tambah Ken.

Lebih lanjut, Ken mengingatkan bahwa di era tahun 1960-an lalu, kualitas guru-guru di Indonesia diakui di taraf internasional. Malaysia bahkan mengimpor guru-guru dari Indonesia untuk mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan negaranya. Namun sekarang, kualitas guru Indonesia sudah jauh tertinggal.

Menurut data Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005, dari sebanyak 3.014.750 tenaga pendidik -mulai tingkat TK hingga perguruan tinggi- di Indonesia, sekitar 58,35 % belum memenuhi standar kualifikasi sarjana. Sebanyak 934.680 orang hanya memiliki ijazah hingga tingkat diploma. Jumlah tenaga pendidik yang belum memenuhi kualifikasi sarjana, paling banyak ditemukan pada jenjang pendidikan SD/MI. Untuk jenjang itu, jumlah guru SD/MI yang belum memenuhi standar sarjana sebanyak 1.256.245 atau sekitar 91,06%.

 

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).

Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.