Menu Utama
Untitled Document
Guru profesional itu terlahir atau dididik?
Index Artikel
Guru profesional itu terlahir atau dididik?
Halaman 2
Halaman 3


Guru yang baik itu terlahir, bukan dibentuk. Pengajaran yang baik terjadi jika guru punya kepandaian khusus dalam mengajar murid dan tetap menjaga perhatian dan antusiasme mereka tentang pembelajarannya. Ini secara umum diterima di banyak kejuruan pendidikan, bahwa mengajar adalah seni yang tidak bisa diajarkan. Dalam kaitannya dengan hal ini, diasumsikan bahwa para guru akan mendapatkan sedikit dari pelatihan tentang bagaimana untuk merancang dan mengajarkan pelajaran yang efektif berdasarkan kebutuhan murid. Kursus-kursus dalam metode pengajaran didesain untuk melayani tujuan-tujuan yang berbeda.

Dalam satu sisi, kursus semacam itu menyuguhkan teori pengajaran dan pengembangan kognitif. Walaupun hal-hal ini memungkinkan bagi para guru untuk mengutip teori-teori terbaru, tetapi teori tetaplah generalisasi yang luas dan susah untuk diterapkan di dalam kelas.  Dalam sisi ekstrim yang berlawanan, pelatihan ini menyedikan saran-saran yang khusus tentang kegiatan dan materi yang mudah digunakan, dan para murid pasti menyukainya. Sebagai contoh, tidak satupun dari kita akan membiarkan diri kita dirawat oleh seorang dokter yang belum berpengalaman di sebuah rumah sakit selama beberapa tahun dan dibawah pengawasan dokter ahli yang berpengalaman.

Kita belum akan rela untuk mempercayakan anak-anak kita pada guru, yang sesudah menyelesaikan pelatihan kerjanya, hanya mempunyai pengalaman mengajar yang singkat. Biasanya, pelatihan-pelatihan yang diikuti banyak guru di Asia dilaksanakan pada masa kerja sesudah kelulusan dari universitas. Para lulusan program pendidikan guru masih dianggap sebagai novis yang perlu bimbingan dan dukungan dari rekan-rekan sejawat yang berpengalaman.

Sayangnya, pengalaman ini tidak pernah dipertimbangkan sebagai prasyarat utama bagi pengajaran di Indonesia. Para guru kami biasanya punya sedikit pendidikan formal saja, karena masyarakat tidak mengharapkan pelatihan guru sebagai satu program pokok di universitas. Mereka menganggap program pendidikan guru sebagai proyek yang insidental saja, ketimbang sebuah studi yang serius.



 

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).

Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.