Publikasi
Media Coverage
Konferensi Guru: Pendidikan Masih Berjarak dengan Realitas | Konferensi Guru: Pendidikan Masih Berjarak dengan Realitas |
|
Jakarta (Kompas: (30/11/07) Pendidikan yang berlangsung di sekolah-sekolah masih berjarak dengan realitas kehidupan yang ada di masyarakat. Padahal, pendidikan mestinya menyiapkan anak-anak menjalani kehidupan dan berkarya di masyarakat. Hal ini diungkapkan Jurgen Zimmer, Presiden dan Pendiri School for Life, serta Helen Morrschel, Koordinator Kepala Sekolah Ciputra Surabaya, dalam Konferensi Guru Indonesia 2007 di Jakarta, Rabu (28/11). Konferensi yang dihadiri sekitar 800 guru itu mengambil tema "Better Community through Better Education" hasil kerja sama Sampoerna Foundation Teacher Institute, Provisi Education, dan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Zimmer mengatakan, anak- anak harus diberi peluang untuk mengembangkan diri. Untuk itu, pendidikan konvensional yang terpaku pada kurikulum saja, tanpa mengaitkannya dengan keseharian hidup, perlu diubah. Pendidikan yang dilaksanakan di School for Life di Jerman dan Thailand, misalnya, mampu menciptakan suasana belajar yang merangsang anak untuk kreatif dan siap menjalani kehidupan. Pembelajaran di kelas diperkaya dengan beragam pusat keunggulan yang mampu membekali siswa untuk bisa meraih peluang dan tantangan kehidupan.
Helen Morrschel menjelaskan, pembelajaran di dalam kelas saja tidak cukup. "Guru harus ciptakan proyek-proyek yang ada dalam realitas kehidupan untuk merangsang anak mau terus belajar," kata Morrschel. Giri Suryamatna, Sekretaris Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas, mengakui bahwa pendidikan di Indonesia masih dipertanyakan kualitasnya untuk menghasilkan generasi yang mandiri. Salah satu kuncinya antara lain dengan meningkatkan kualitas guru. |
Tentang SF
Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.






