Menu Utama arrow Publikasi arrow Media Coverage arrow SF bantu 3 SD di Gunungkidul, 2 di Bantul
Untitled Document
SF bantu 3 SD di Gunungkidul, 2 di Bantul
YOGYA (Kedaulatan Rakyat 04/12/07) - Keberlangsungan pendidikn bagi anak janganlah diabaikan. Bahkan pendidikan yang merupakan investasi masa depan, tidak boleh berhenti meski terjadi bencana. Untuk itu kerusakan bangunan-bangunan gedung sekolah perlu mendapat prioritas pembangunan. Apalagi pendidikan memiliki benang merah untuk meningkatkan kesejahteraan.

Program Department Sampoerna Foundation (SF) Hilman Ardiansyah didampingi Humas Hendri B Satrio mengemukakan hal tersebut kepada KR, Senin (3/12) di Hotel Garuda Yogya. Untuk menjaga keberlangsungan pendidikan tersebut, SF menurut Hilman akan membantu pembangunan 5 buah SD yang rusak akibat bencana gempa Mei 2006 silam.

“Ini bukan baru, tapi merupakan tambahan dari rangkaian bantuan SF untuk pembangunan sekolah di DIY, pasca gempa,” tambahnya. Ke-3 SD tersebut menurut Hilman adalah  SD Banyusoca, SD Duwet dan SD Patuk 2. Selain ke-3 sekolah tersebut, SF juga memberikan bantuan pada 2 SD di Kabupaten Bantul yaitu SD Donotirto dan SD Ngentak. Sekolah-sekolah ini menurutnya masih memerlukan bantuan. Dengan asesmen, di sekolah tersebut kami membantu pembangunan 3 - 4 lokal bukan seluruh bangunan, sesuai kebutuhan mereka,” jelas Hilman.

Untuk membantu pembangunan 5 SD ditambah beasiswa yang diberikan menurutnya diperlukan dana sekitar Rp 4 miliar. “Ini akan di-launch Januari 2008 mendatang,” tambah Hendri. Dengan pembangunan lokal baru ini menurutnya keberlangsungan pendidikan diharapkan akan bisa lebih baik. Sehingga ruang tidak lagi perlu gantian digunakan oleh kelas yang berbeda.

Tidak Terhenti

Hendri B Satrio dalam kesempatan itu juga menjelaskan, pendidikan menjadi fokus utama bagi SF dalam menyalurkan bantuan. Harapannya, agar pendidikan untuk anak-anak bangsa ini tidak harus terhenti karena bencana, ketiadaan biaya dan sejenisnya. Apalagi menurut Hendri, persoalan dunia pendidikan di Indonesia itu jelas, yakni masalah akses dan kualitas.  Dalam tahun 2007 ini menurutnya, SF membantu pengembangan 19 sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Dari angka tersebut 13 sekolah mendapat bantuan untuk recovery dan 6 lainnya untuk diadopsi dengan program United School Program (USP). Dalam program USP ini para guru mendapatkan pelbagai macam pelatihan yang bermanfaat untuk mengajar di antaranya skill dan juga metode.

Selain memiliki anggaran yang cukup besar untuk pendidikan, disebut Hendri, SF juga memiliki donor perusahaan dari dalam dan luar negeri. Sampai akhir tahun 2007 ini menurutnya tambahan dana dari donor yang diberikan dalam wujud proyek mencapai sekitar Rp 70 miliar.

Semua ini diberikan untuk membangun dunia pendidikan di seluruh Indonesia,” tambahnya. Dan untuk keberlangsungan pendidikan menurutnya, pihaknya tidak hanya memberikan bantuan pembangunan fisik saja. (Fsy)-c

 

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).

Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.