Menu Utama arrow Publikasi arrow Media Coverage arrow Menjadikan Film Sebagai Tempat Berbagi
Untitled Document
Menjadikan Film Sebagai Tempat Berbagi
Bandung (Pikiran Rakyat: (11/12/07) Selama ini, banyak anak muda yang tidak memiliki media untuk berbicara dan berpendapat. Namun, dengan semakin akrabnya masyarakat dengan teknologi serta pemanfaatannya yang semakin murah, film bisa menjadi tempat berbagi. Hal itu diungkapkan Manajer Program Kampung Halaman, Dian Herdiany, dan Communication Director Sampoerna Foundation, Sapto H. Sakti, pada acara creating movie makers, di Universitas Widyatama, pekan lalu.

Dian menilai, kebanyakan anak muda dalam berbicara harus diwakili oleh orang yang lebih tua ataupun film maker. Namun dia melihat, film bisa bermanfaat sebagai media menyampaikan keluh kesah dan pendapat. "Antusias anak muda pada film adalah kepentingan mereka untuk dapat berbicara, berkeluh kesah, ataupun berpendapat," ujar Dian.

Sapto menilai, film merupakan media yang powerfull. Saat ini, dengan semakin akrabnya masyarakat pada teknologi serta pemanfaatannya yang semakin murah dan mudah, media audio visual seperti film semakin digemari. Oleh karena itu, film bisa menjadi wahana komunikasi yang efektif. Sayangnya, Sapto maupun Dian melihat saat ini film lebih mengarah pada dampak negatifnya. Buktinya, di internet, film-film anak sekolah di Indonesia justru lebih mengarah ke pornografi. "Kalau masuk ke sebuah situs dan membicarakan sekolah Indonesia, yang keluar justru video porno. Akhirnya, video-video sekolah mengenai pendidikan yang kita buat justru masuk ke list video porno," ungkapnya.

 

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).

Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.