| Prihatin Kompetensi Guru, Deklarasikan Klub Guru |
|
Surabaya (Jawa Pos: (09/12/07) Kemarin (8/12), di Graha Tirta PDAM, atusan guru menghadiri acara launching wadah barn bernama Klub Guru. Meski bernama Klub Guru, tetapi organisasi ini tidak hanya beranggotakan para guru. Yang jelas, wadah ini nantinya diarahkan untuk kepentingan pengembangan kompetensi guru. Menurut Ketua Klub Guru, Sirikit Syah, organisasi tersebut lahir dari keprihatinan sedikitnya wadah para guru berkiprah. Dikatakan, memang sudah ada PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Namun, urusan organisasi tersebut dinilai terlalu luas. "PGRI saat ini sibuk mengurusi kesejahteraan. Kompetensi para guru belum terurus," katanya. Kelahiran organisasi tersebut, kata Sirikit, berawal dari diskusi kecil para alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mereka kemudian sepakat membikin wadah bagi guru bernama Klub Guru tersebut. "Kami ingin maju bernama. Karena itu anggotanya tidak terbatas para guru saja," jelasnya. Selain Sirikit, beberapa tokoh pendidikan terlibat dalam launching organisasi tersebut. Seperti Satria Dharma, yang aktif bergerak sebagai dalam Putera Sampoerna Foundation (SF). Hadir pula sejumlah wartawan yang peduli dengan persoalan pendidikan. Keanggotaan klub tersebut juga tak melulu para guru. Semua pihak bisa terlibat. Dalam seminar yang disertai dengan launching Klub Guru itu, organisasi ini telah beranggota 500 orang. "Kami punya banyak anggota. Selain seminar, mereka kami sodori lembar pendaftaran untuk ikut bergabung menjadi anggota," jelasnya.
Untuk mendongkrak kompetensi guru, kata Sirikit pihaknya akan gencar membikin seminar untuk guru namun lebih bermutu. Dia mencomohkan, saat mengadakan seminar dalam launching Klub Guru, banyak guru di daerah yang menginginkan sertifikat saja, namun tidak man mengikuti proses transfer ilmu dalam seminar tersebut. "Yang begitu tentu kami tolak," ucapnya. Tenaga ahli Klub Guru, Satria Dharma menerangkan bahwa organisasi tersebut hanya fokus peningkatan kompetensi guru. "Terus terang saya terenyuh melihat ada lulusan SD mengajar siswa SD," ujarnya. |
Tentang SF
Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.






