|
JAKARTA (KR - 03/01/2008) - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan, program ‘Bermutu’ membutuhkan dana sebesar 195.06 juta dolar AS selama tahun 2008 hingga 2013.
Jumlah tersebut merupakan kontribusi pemerintah Indonesia sebesar 57,1 juta dolar AS yang terdiri atas kontribusi pemerintah pusat sebesar 39,1 juta dolar dan 18 juta dolar dari pemerintah daerah. Hibah dari pemerintah Belanda sebesar 52 juta dolar AS, IDA sebesar 61,5 juta dolar AS dan IBRD sebesar 24,5 juta dolar AS.
Hal itu disampaikan Mendiknas Bambang Sudibyo, pada Peluncuran ‘Bermutu’ (Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading) sebuah program terintegrasi dalam menangani manajemen guru di Indonesia yang berlangsung di Jakarta, belum lama ini, dihadiri Duta Besar Belanda untuk Indonesia Nikolas Van Dam, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia, Joachim Von Amsberg.
Mendiknas mengatakan, program ‘Bermutu’ tidak hanya akan mengembangkan sendiri berbagai rancangan kegiatan tetapi juga berkolaborasi dengan berbagai proyek internasional lain yang sedang beroperasi di Indonesia terutama dalam peningkatan pembelajaran yang berhasil seperti Pakem, Lesson Studi, Multigrade Teaching dan sebagainya. Acara tersebut juga disaksikan melalui layanan video conference oleh 75 walikota/bupati, para rektor dari sejumlah perguruan tinggi dan wakil Bank Dunia di Washington DC, Chris Thomas.
Country Director Bank Dunia untuk Indonesia, Joachim Von Amsberg mengatakan, program ‘Bermutu’ mendapat dukungan penuh Bank Dunia dan dilaksanakan untuk meningkat mutu pendidikan di Indonesia melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik.
”Indonesia telah berinisiatif untuk memimpin dan mengembangkan program ini secara baik melalui penyusunan rencana strategis, sehingga berhasil mengatasi persoalan pendidikan tidak lagi pada project by project base tetapi sukses mengelola permasalahan khususnya peningkatan kualitas guru dalam satu pengelolaan,” katanya.
Salah satu indikator keberhasilan program ‘Bermutu’ yang diterapkan di 75 kabupaten/kota yakni adanya peningkatan prestasi siswa Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2003. ”Apabila pada tahun 2003 lalu penilaian internasional tentang prestasi siswa Indonesia dalam kemampuan membaca, matematika dan literasi ilmu pengetahuan masih berada di skor 360, maka pada tahun 2006 menjadi 391 naik 31 poin,” katanya.
Sementara Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Nikolas Van Dam mengatakan, masyarakat miskin tidak memiliki peluang terhadap kehidupan ekonomi layak bila tidak memiliki akses yang baik terhadap pendidikan.
”Karena itu kami sangat mendukung upaya untuk terlaksananya pemerataan pendidikan di Indonesia salah satunya melalui program `Bermutu` yang dinilai cukup berhasil meningkatkan kualitas peserta didik dan tenaga pendidik,” ujarnya.
(Ati/Ela)-d
|