Menu Utama
Untitled Document
Sekolah Sekayu tingkatkan standard pendidikan nasional
Index Artikel
Sekolah Sekayu tingkatkan standard pendidikan nasional
Halaman 2
Halaman 3
Jakarta (The Jakarta Post: (10/02/08) Jauh dari kesibukan dan keriuhan kota yang bising, sebuah kota kecil tampil sebagai model keunggulan pendidikan. Ini adalah Sekayu, ibu kota Kabupaten Musi Banyuasin, 90 kilometer sebelah utara dari Palembang, Sumatra Selatan, di mana sebuah sekolah telah menghasilkan satu generasi murid-murid yang cemerlang.  Koresponden The Jakarta Post Khariul Saleh baru-baru ini mengunjungi sekolah menengah atas negeri SMA2 Sekayu, salah satu dari sekolah papan  atas di kota itu, dan melihat bagaimana  sebuah sekolah internasional berdiri ditengah lingkungan yang hijau di daerah itu.

SMA 2 Sekayu adalah perwujudan dari ambisi dan perjuangan pemda Musi Banyuasin untuk memajukan pendidikan. Dengan 12 kelas dan 346 orang murid, SMA Sekayu adalah salah satu dari enam sekolah papan atas di Sumatra Selatan yang merupakan bagian dari program percontohan pendirian sekolah internasional (RSBI) oleh pemerintah pusat, yang kini memasuki desain masa lima-tahunan yang kedua.

Saat Jakarta Post menelpon awal Januari lalu, sekolah ini sedang menyelesaikan renovasinya. Saat renovasi sudah selesai nantinya, SMA yang berdiri di atas 2 hektar lahan ini akan tampil dengan desain arsitektur yang modern. Sekolah ini juga berencana untuk menggabungkan administrasi dari SMP 6 Sekayu, sebuah sekolah lanjutan pertama yang mempunyai keunggulan yang sama.

Kepala sekolah SMA 2 Sekayu, Wien Sukarsi, mengatakan bahwa pemilihan sekolah ini sebagai sekolah internasional diantara sekolah-sekolah lain dibawah RSBI tidaklah terpisahkan dengan prestasinya sejak 2002, saat pemerintah daerah meluncurkan program pendidikan gratis. Tahun lalu, misalnya, 85 persen dari lulusan SMA 2 sekolah berhasil masuk ke perguruan tinggi yang elit seperti Universitas Sriwijaya di Palembang, Universitas Indonesia di Jakarta, Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor dan Institut Teknologi Bandung .

Prestasi ini juga tidak terlepas dari para staff sekolah, fasilitas serta infrastrukturnya, mulai dari kualitas mengajar mereka sampai dengan keberadaan 6 laboratorium untuk bahasa, fisika, ilmu komputer, kimia, biologi dan pelajaran ilmu sosial. Fasilitas ekstrakurikuler termasuk 10 lapangan olah raga dan juga satu set alat musik yang lengkap juga tersedia. Sekolah ini juga mempunyai kafe internet, stasiun radio komunitas, dan sistem eko-sanitasi Kafe internet seluas 400 meter persegi beroperasi dibawah sistem kupon gratis bagi para murid, sementara umum boleh memakainya dengan membayar Rp5.000 (US$54 cents) per jam-nya.



 

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).

Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.