Menu Utama
Untitled Document
Sekolah Sekayu tingkatkan standard pendidikan nasional
Index Artikel
Sekolah Sekayu tingkatkan standard pendidikan nasional
Halaman 2
Halaman 3


Perbedaan yang lain adalah bahwa kelas di sekolah ini selesai diatas jam 4.15 tiap harinya dan pada hari Sabtu, setengah harinya dikhususkan untuk kegiatan seni dan olah raga, dan sekolah akan berakhir siang hari. Jadi, murid-murid SMA 2 bebas untuk mengembangkan talenta alamiah dan kemampuan mereka sendiri, tanpa adanya tekanan dari luar untuk meraih prestasi di area ini. Sebagai hasilnya, beberapa murid telah muncul sebagai pemain basket dan pendaki gunung terhandal di Banyuasin.

Para murid di sekolah ini tidak hanya datang dari kabupaten ini, tetapi juga dari kebupaten lain di Sumatra Selatan dengan rasio   80:20. Menurut Ade Karyana, kepala kantor pendidikan di kabupaten, mereka mengharapkan perubahan komposisi tahun depan menjadi 85 persent untuk Musi Banyuasin dan 15 persen untuk wilayah lain. “Alokasi 15 persen meliputi seluruh wilayah di Indonesia. Nita rata-rata sekolah juga akan diubah dari rata-rata sebelumnya yakni 7.5 (dari 10),” katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Ditanya mengenai tantangan yang dihadapi murid-murid lain di Sumatara Selatan terkait dengan pemotongan kuota menjadi 15 persen, Ade menekankan perlunya kompetisi – yang memang dalam hal ini tidak terelakkan. “Ketakutannya tidaklah beralasan.  Mereka harus terbiasa menghadapi kompetisi yang adil. Jika tidak, mereka hanya akan menjadi juara lokal tanpa keberanian menghadapi pihak luar,” dia menjelaskan. Uniknya, dana pendidikan kabupaten ini tidak hanya berasal dari anggaran daerah saja, tetapi juga dari organisasi-organisasi non pemerintah seperti Sampoerna Foundation, yang telah menyediakan Rp12 milyar (US$129.834) untuk membantu SMA 2 lewat program United School Program, dan juga dari Tanoto Foundation serta Liens Aid Singapore. Sampoerna telah menyediakan bantuan untuk pembangunan asrama, sementara Liens membantu stasiun radio sekolah.

Anggaran pemerintah daerah untuk pendidikan mencapai Rp345.6 milyar (US$37.4 juta) tahun lalu, lipat dua dari anggaran tahun 2006. Tahun ini, anggarannya telah dinaikkan lagi menjadi Rp354 milyar (US$38.3 juta). Bupati Musi Banyuasin Alex Noerdin juga mengundang para konsultan baik dari universitas lokal maupun luar negeri, seperti dari Institue for Environnement dari Nanyang Technology Unviersity (NTU), British International School (BIS), dan U.S.' Fulbright program.

Sementara itu, SMA 2 Sekayu juga terbuka sebagai pusat studi banding bagi sekolah-sekolah di area lain seperti di Aceh, Medan  di Sumtra Utara, Bangka-Belitung dan juga sekolah internasional lain seperti BIS di Jakarta dan US’ Stamford University yang telah menetapkan kerja sama dengan SMA 2. Sebagai contoh, BIS adalah ‘sister school’ dari SMA 2 dan BIS mengundang beberapa murid SMA 2 untuk belajar di BIS, dimana pada waktu itu mereka juga tinggal bersama dengan keluarga dari murid BIS.

Sekolah internasional juga menyediakan kesempatan pelatihan kepada para guru SMA 2.
Sementara itu, pada Agustus 2007, 18 mahasiswa jurusan pendidikan dari Stamford University, dengan bimbingan dari dosen mereka, mengunjungi SMA 2 dalam program pengajaran praktek 15 hari. Bupati Alex menambahkan bahwa kepedulian pemerintah untu pengembangan pendidikan merupakan respon nyata untuk mengungkap kondisi di lapangan. Ia yakin bahwa, saat renovasi selesai, SMA 2 Sekayu akan tampil sebagai salah satu di antara institusi pendidikan yang paling terdepan di Indonesia.



 
Untitled Document

Tentang SF

Sampoerna Foundation (SF) adalah organisasi filantropi profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2001, SF telah memberikan lebih dari 30.000 beasiswa, mengadopsi 22 sekolah, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, mentransformasikan sebuah institusi pascasarjana di bidang bisnis, serta menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan).

Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana. Di triwulan keempat tahun 2007,Sampoerna Foundation memperoleh sertifikasi ISO 9000, sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.