Klarifikasi Menanggapi Artikel di Kompasiana Tertanggal 18 Mei 2014

Putera Sampoerna Foundation merupakan sebuah institusi bisnis sosial yang memiliki visi dan misi untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia, para calon pemimpin bangsa, untuk meningkatkan kualitas kehidupannya melalui akses pendidikan yang berkualitas. Dengan pilihan di tangan mereka sendiri, kesempatan yang ditawarkan adalah berupa dana bantuan pendidikan kepada siswa berprestasi yang berasal dari keluarga prasejahtera.

Pengaplikasian konsep dana bantuan pendidikan yang dilakukan oleh PSF tentunya merujuk pada fakta pendidikan di Indonesia yang ternyata terdapat sebanyak 1,8 juta anak harus putus sekolah. Selain itu, dari keseluruhan siswa yang belajar di sekolah, hanya terdapat sebanyak 18% pelajar yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Fakta lain menyatakan bahwasanya terdapat lebih dari 50% dari total keseluruhan jumlah guru yang memiliki kualifikasi di bawah standarisasi yang ditetapkan. Sementara data yang dirilis oleh Boston Consulting Group (BCG) menyebutkan bahwa Indonesia akan masuk dalam jajaran 15 besar sebagai negara dengan perekonomian yang besar pada dekade berikutnya, bahkan diprediksi terbesar ke tujuh di dunia pada tahun 2020. Akan tetapi, sumber daya manusia yang berkualifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang semakin tinggi tidak berbanding lurus. Dengan demikian tingkat pekerja asing yang masuk ke Indonesia akan meningkat. Namun, sebenarnya bukankah kita akan menjadi lebih bangga jika negeri ini dipimpin oleh para pemimpin dari negerinya sendiri? Tentunya semua itu berawal dari pendidikan dan akses menuju pendidikan lebih baik guna mencetak sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

Seandainya konsep dana bantuan pendidikan tidak pernah ada dan kita hanya mengandalkan pada sumbangan dan donasi amal, sedangkan hanya sedikit dari para penerima donasi yang berkontribusi balik pada bangsa dan negara ini, lalu bagaimanakah nasib generasi muda berprestasi dari keluarga pra sejahtera lainnya? Oleh sebab itu, PSF berupaya untuk mengentaskan permasalahan tersebut melalui program-program yang telah dibuat.

Putera Sampoerna Foundation (PSF) didirikan sejak tahun 2001 dan dikenal sebagai organisasi filantropi murni.Pada tahun 2010, PSF bertransformasi menjadi organisasi bisnis sosial. Dengan transformasi tersebut muncullah berbagai pertanyaan dan pernyataan dari masyarakat, termasuk pemberitaan negatif mengenai konsep dana bantuan pendidikan PSF pada sebuah tulisan di salah satu media blog (Kompasiana) dan komunitas online Kaskus yang saat ini beredar di internet. Permasalahan ini bermula dari sebuah tulisan Bapak Baska Utama pada hari Minggu (19/05/2014) lalu yang membeberkan sejumlah pernyataan dan informasi yang tidak akurat mengenai kegiatan-kegiatan Putera Sampoerna Foundation (PSF), sehubungan dengan Koperasi Siswa Bangsa (KSB), Akademi Siswa Bangsa Internasional (ASBI) dan Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI). Dengan demikian, PSF merasa penting untuk memberikan informasi yang sebenarnya bagi para pembaca Kompasiana dan anggota komunitas Kaskus.

Putera Sampoerna Foundation adalah sebuah yayasan independen dan merupakan CSR operator yang menjalankan bisnis sosial dan beroperasi bersama para mitra sebagai donatur.PSF bergerak di bidang pendidikan dan bertujuan untuk memperbaiki kualitas dan akses pendidikan di Indonesia.Sejak tahun 2005, Bapak Putera Sampoerna telah menjual saham perusahaan PT HM Sampoerna Tbk. kepada PT Philip Morris Indonesia.Semenjak itu, Bapak Putera Sampoerna berfokus untuk melakukan kegiatan sosial atau aksi giving back kepada Indonesiamelalui pembentukan Putera Sampoerna Foundation.Oleh sebab itu, Putera Sampoerna Foundation tidak dan karenanya bukan merupakan yayasan atau badan hukum yang mempunyai kegiatan usaha terkait dengan penggunaan dan pemakaian tembakau.

Pada saat didirikan, PSF memang memberikan dana beasiswa kepada para siswa Indonesia berprestasi. Tidak hanya ditujukan kepada siswa yang berprestasi, tetapi lebih lanjut kepada siswa berprestasi yang juga berasal dari keluarga pra sejahtera. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa akan terciptanya sosok-sosok inspirasi Indonesia yang dapat berkontribusi terhadap negara ini guna kemajuan bangsa dan negara. Akan tetapi pada realisasinya, hanya sedikit dari para penerima dana beasiswa tersebut yang mau berkontribusi untuk bangsa dan negara ini. Pemikiran ini muncul saat mereka berpendapat bahwasanya mendapatkan beasiswa pendidikan adalah hak bagi setiap siswa berprestasi, namun esensi dari mendapatkan beasiswa tersebut cenderung terabaikan, yakni kontribusi balik terhadap bangsa dan negara.

Berbekal pengalaman sepuluh tahun sebagai organisasi filantropi murni yang memberikan dana beasiswa, kini PSF mengubah objektif organisasinya dan konsep bantuan biaya pendidikannya. Konsep biaya pendidikan yang sekarang diterapkan oleh PSF adalah dana bantuan pendidikan tanpa agunan (student assistance).  Istilah dan konsep dana bantuan pendidikan tanpa agunan masih awam untuk sebagian masyarakat Indonesia dan banyak menyebabkan kesalahpahaman. Perubahan PSF dari memberi beasiswa ke bantuan biaya pendidikan merupakan sebuah penyempurnaan konsep pemberian bantuan kepada lebih banyak anak bangsa melalui pendidikan guna menuju Indonesia yang lebih baik.Oleh sebab itu diperlukannya sebuah konsep yang menciptakan kesinambungan bagi kemajuan negara ini, dan PSF senantiasia mensosialisasikan konsep ini melalui berbagai medium.

Putera Sampoerna Foundation percaya bahwa kunci untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berkaliber tinggi sehingga terjadinya sebuah transformasi sosial dan pengembangan ekonomi suatu bangsa, dapat terjadi melalui pendidikan. Untuk itu, dibentuk “Sampoerna School System”, sebuah perjalanan pendidikan yang akan memandu siswa meraih masa depan gemilang diawali dari pendidikan menengah atas, perkuliahan hingga mendapatkan karir yang baik. Selama dan setelah perjalanan pendidikannya mereka dibimbing dengan pemahaman nilai-nilai kepemimpinan, kewirausahaan dan tanggung jawab sosial.

Kami percaya bahwa untuk menjadi penerus bangsa yang unggul perjalanan pendidikan harus dimulai sejak dari sekolah menengah atas dengan Akademi Siswa Bangsa Internasional, sebuah sekolah bertaraf internasional berasrama setingkat SMA, kemudian ke tingkat pendidikan tinggi atau universitas untuk melengkapi perjalanan pendidikan dengan Universitas Siswa Bangsa Internasional; lalu guna memastikan para siswa dapat berkontribusi kembali kepada masyarakat, perjalanan pendidikan ini juga didukung dengan Koperasi Siswa Bangsa, yang menjadi penyempurna dari keseluruhan perjalanan pendidikan ini. 

Setelah lulus dari Akademi Siswa Bangsa Internasional, Putera Sampoerna Foundation memastikan bahwa siswa/i ini memperoleh pendidikan tingkat tinggi yang berkualitas. Oleh sebab itu, melalui Koperasi Siswa Bangsa, Putera Sampoerna Foundation menyediakan dana bantuan pendidikan berbentuk pinjaman tanpa agunan untuk membantu siswa melanjutkan pendidikan tingkat tinggi di universitas. Guna tetap memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berstandar internasional serta melanjutkan nilai-nilai yang ditanamkan dalam Sampoerna School System, para siswa diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tingkat tinggi di Universitas Siswa Bangsa Internasional, dan kesempatan ini sama sekali bukan paksaan.

Para penerima dana bantuan pendidikan, secara langsung menjadi anggota dari Koperasi Siswa Bangsa (KSB), sebuah koperasi yang dibentuk untuk para anggota yang terdiri dari siswa dan alumni dari Sampoerna School System. Koperasi yang dikelola secara profesional ini bertujuan menyediakan sistem dukungan lengkap yang berkelanjutan bagi para anggota untuk mendapatkan akses ke pendidikan berkualitas dan kesempatan memperoleh karir baik.KSB memandu dan memastikan perkembangan para siswa dan alumni agar dapat mencapai tujuan utama mereka selama perjalanan pendidikannya dan selama periode karirnya.

Pengembalian dana bantuan pendidikan dilakukan setelah siswa menyelesaikan pendidikan dan sudah beradaptasi dengan dunia kerja. Dengan kata lain, selama masa pendidikan, siswa tidak perlu khawatir mengenai biaya pendidikan dan pemberian kontribusi tersebut.

Pengembalian dana bantuan pendidikan ini dilakukan melalui Koperasi Siswa Bangsa, sehingga menjadi dana yang bergulir yang nantinya akan digunakan sebagai bantuan biaya pendidikan untuk generasi berikutnya yang juga ingin mengenyam pendidikan yang berkualitas. Proses pengembalian dana tersebut dapat diangsur sesuai dengan kesepakatan dengan KSB melalui musyawarah terlebih dahulu dengan itikad baik dan berdasarkan asas kekeluargaan.

Putera Sampoerna Foundation percaya bahwa dengan panduan dari KSB, siswa akan dipandu untuk mendapatkan kesempatan memperoleh karir baik, sesuai dengan minatnya dan yang dapat memberikan dia kesempatan untuk melakukan kontribusi balik kepada bangsa dan negara yang ia cintai.

Melalui konsep dana bantuan pendidikan (student assistance), PSF percaya bahwa akan lebih banyak generasi muda berprestasi dari keluarga pra sejahtera yang dapat dibantu untuk menjadi pribadi-priabadi handal yang siap menghadapi tantangan global. Para penerima dana bantuan pendidikan tersebut akan mendapatkan bantuan dana yang mencakup biaya hidup, akomodasi, hingga pada biaya keperluan pendidikan lainnya seperti biaya buku dan penelitian.

Untuk menciptakan sebuah sistem yang berkelanjutkan, PSF tidak mungkin selalu bergantung pada sumbangan dan donasi amal. Oleh sebab itu, konsep dana bantuan pendidikan tersebut perlu diaplikasikan.

Kesempatan yang diberikan oleh PSF merupakan sebuah kesempatan sekali seumur hidup untuk meningkatkan kualitas hidup para generasi muda Indonesia.Kesempatan yang diberikan oleh PSF ini merupakan sebuah kesempatan yang unik dan berbeda dari institusi lainnya di Indonesia.Putera Sampoerna Foundation hanya dapat memberikan sebuah kesempatan kepada generasi muda Indonesia, namun pilihan akhir berada di tangan mereka. Masa depan mereka dan bangsa Indonesia berada di tangan para generasi muda ini.

Putera Sampoerna Foundation selalu terbuka dan menawarkan kesempatan kepada publik untuk berdiskusi langsung mengenai Putera Sampoerna Foundation, konsep dana bantuan pendidikan, serta program-program dalam sistem pendidikanya, yaitu ASBI, USBI dan KSB. Untuk informasi yang lebih lanjut, mohon untuk menghubungi info@sampoernafoundation.org.

Putera Sampoerna Foundation

Jakarta, May 19 2014