KSB Series of Seminar: Tantangan Human Capital dalam Menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015

16.04.2014

Kamis (10/04/2014). Lemahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia akan berdampak buruk terhadap nasib bangsa Indonesia itu sendiri. Menyadari akan pentingnya mempersiapkan SDM Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi AFTA 2015, Koperasi Siswa Bangsa (KSB) salah satu inisiatif Putera Sampoerna Foundation (PSF) menyelenggarakan “Corporate Gathering” yang bertajuk “Tantangan Human Capital dalam Menghadapi AFTA 2015”. Sebanyak 34 tamu undangan yang terdiri dari perwakilan perusahaan multinasional, nasional dan pemerintahan hadir dalam acara yang diselenggarakan di Mercantile Athletic Club.

Pembicara yang hadir dalam seminar tersebut adalah Dr. Alex Denni (SPV Human Capital Strategy & Policy, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk) dan Imran Razy (Retail and Sales Manager Putera Sampoerna Foundation). Dr. Alex Denni selaku pembicara utama dalam acara tersebut memberikan materinya mengenai fakta-fakta yang dihadapi oleh human capital menjelang AFTA 2015. Berdasarkan pada data yang dilansir oleh McKinsey Global Institute (2012), Indonesia menempati peringkat ke-16 sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Di tahun 2030 mendatang, perekonomian Indonesia akan berada di peringkat ke-7 mengalahkan perekonomian negara maju seperti Inggris dan Jerman.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan data pada Global Talent Index (GTI) yang dilansir Boston Consulting Group (2011). Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia secara GTI berada pada peringkat ke-58 dari 60 negara yang ada. Peringkat ini berada jauh di bawah negara-negara tetangga lainnya seperti Singapura dan Malaysia yang masing-masing berada di peringkat ke-5 dan ke-36. “Di tahun 2020, Indonesia akan mengalami lack of demand (yakni adanya krisis ketenagakerjaan yang sesuai dengan kebutuhan pasar). Akan tetapi pada level of global competitiveness, Indonesia masih jauh lebih baik.” Ucap Alex dalam presentasinya.

Dengan demikian untuk menjawab tantangan global dalam AFTA 2015, perlu dipersiapkan lebih banyak lagi sumber daya manusia Indonesia yang berkaliber tinggi. Oleh sebab itu, PSF melalui KSB berupaya membantu menciptakan para pemimpin handal di masa depan, salah satunya dengan memperkenalkan para penerima bantuan dana KSB terhadap para korporasi dari berbagai industri, agar kelak para anggota KSB dapat mengikuti program internship di perusahaan-perusahaan tersebut.

Selain itu, www.give2education.com pun turut diperkenalkan oleh Imran Razy. “Kami menginginkan agar lebih banyak lagi anak-anak Indonesia yang bisa mendapatkan pendidikan berkualitas, oleh karenanya dibentuklah give2education”, ucap Imran di sela-sela gathering tersebut.