| Tentang Sampoerna Academy |
|
Sampoerna Academy adalah program pendidikan yang didesain oleh Putera Sampoerna Foundation (PSF) dengan sistem berasrama berstandar internasional dan telah berjalan selama hampir tiga tahun. Pada tahun akademik 2011/2012, program ini telah diterapkan di empat kota, yaitu di Malang, Palembang, Bali dan Bogor. Hingga tahun 2011, Sampoerna Academy telah membantu lebih dari 900 anak pra-sejahtera untuk dapat menganyam pendidikan SMA melalui pemberian beasiswa. Tak hanya sekedar mengasah aspek kognitifnya, Sampoerna Academy juga berkomitmen untuk mendidik siswanya menjadi calon pemimpin masa depan bangsa yang juga memiliki integritas, nilai-nilai moral, dan bertekad memberdayakan bangsanya. Sampoerna Academy dirancang untuk menyediakan akses pada pendidikan berstandar internasional bagi generasi muda yang memiliki prestasi gemilang dan potensi kepemimpinan tinggi. Ada dua skema perekrutan siswa-siswi Sampoerna Academy, melalui skema berbayar dan bantuan pendidikan. Dua skema ini dibuat untuk memberi kesempatan pada berbagai kalangan (siswa-siswi dari keluarga sejahtera dan pra sejahtera) tanpa membedakan ras, agama, suku dan golongan. Keunggulan lainnya adalah sistem sekolah berasrama yang diterapkan bagi para siswa. Sistem pendidikan berasrama memberikan waktu yang cukup bagi sekolah untuk memberikan pengajaran akademik, membangun karakter, menanamkan nilai-nilai moral seperti empati, toleransi dan kesadaran sosial yang merupakan elemen-elemen penting dalam pengembangan diri calon pemimpin bangsa. Sampoerna Academy dirancang sedemikian rupa dengan harapan dapat menjadi contoh bagi sekolah nasional lainnya khususnya mengimplementasi standar internasional, sistem pendidikan asrama dan memiliki visi untuk menciptakan pemimpin masa depan dengan moral yang baik. Visi & Misi Sampoerna Academy Visi: Menjadikan sekolah terbaik di wilayahnya dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan. |


Access to quality education is the biggest obstacle to the development of Indonesia, the world’s fourth most-populous nation. Only 18 percent of Indonesian high school students receive any form of higher education, compared with 28 percent in the Philippines, 43 percent in Thailand and 91 percent in South Korea, according to UNESCO. Worse still, only 3.5 percent of high school students from the nation’s lowest economic quintile receive any form of higher education, according to the Indonesian Statistics Bureau. These numbers highlight the educational challenges Indonesia faces in its development efforts.











