SATRIO RIYADI PUTRANTO

Mar 27, 2012
Posted by Admin PSF

Satrio atau Rio tidak menyangka mimpi masa kecilnya dapat terwujud berkat dana bantuan pendidikan yang diberikan Putera Sampoerna Foundation. Sampoerna Academy memberinya kesempatan untuk mengejar impiannya dalam mempelajari Biokimia di University of Missouri. Awalnya, Rio ingin menjadi seorang dokter. Namun dengan menimbang berbagai hal, seperti biaya dan masa pendidikan, Rio mengurungkan keinginannya menjadi seorang dokter dan kemudian memilih jurusan biokimia.

Kecintaan Rio terhadap membaca membuatnya betah untuk menghabiskan waktu di perpustakaan universitas untuk belajar. Koleksi buku yang yang lengkap semakin membuat Rio terpesona dan bahkan ingin tetap berlama-lama di perpustakaan dan mengeksplore semua buku yang ada di sana. Rio juga gemar berpartisipasi dalam kelompok belajar dan juga organisasi di kampus. Bahkan Rio menjabat sebagai Director of Activity 2015-2016 dalam Missouri International Student Council (MISC), dimana ia berkesempatan untuk mengatur perjalanan satu minggu selama Winter Break (libur musim dingin) untuk teman-temannya di Januari 2016.

Rio adalah seseorang yang penuh gairah, kompetitif, dan pekerja keras. Kerinduan akan kampung halaman tidak membuatnya patah semangat di negeri orang. Rasa rindu tersebut dapat diobati saat ia berbagi cerita dan pengalamannya dengan teman-temannya tentang Indonesia dengan ragam budayanya, atau sesederhana berbagi cerita dengan teman-teman di Indonesia melalui Facebook.

Selama masa studi di University of Missouri, Rio sempat melakukan kerja magang di Sandoz Novartis Indonesia, sebuah perusahaan farmasi dari Swiss. Di Sandoz, ia membantu memprediksi dan meneliti kualitas produk dan menghitung risiko. Selama kerja magang, ia memutuskan untuk terus berfokus dalam obat-obatan untuk karirnya.