Pendidikan Komprehensif Untuk Calon Pemimpin Masa Depan
rev

Pendidikan adalah kunci dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk mendukung kemajuan bangsa, terutama, agar mampu menghadapi persaingan global. Sayangnya, saat ini bangsa kita masih tertinggal dalam mutu pendidikan, formal maupun non-formal. Hal ini juga didukung oleh hasil sebuah survei yang menyatakan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia (Political and Economic Risk Consultant (PERC)).

Pada tahun 2009, Putera Sampoerna Foundation mendirikan Sampoerna Academy, sebuah program pendidikan yang berstandar internasional dan berasrama untuk siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera. Sampoerna Academy dilengkapi dengan kurikulum berkualitas yang merupakan gabungan antara kurikulum nasional dengan International General Certificate for Secondary Education (IGCSE) dan diakreditasi oleh University of Cambridge International Examinations. Gabungan kurikulum ini diharapkan bisa mendukung sistem pendidikan menyeluruh yang dapat membentuk karakter pemimpin masa depan yang memiliki kapabilitas untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Sampoerna Academy juga menerapkan sistem sekolah asrama bagi para siswanya. Keunggulan sistem ini memudahkan sekolah untuk lebih maksimal dalam memberikan pengajaran akademik, pembangunan karakter dan nilai-nilai sosial, seperti nilai integritas, saling menghargai, berempati, berinovasi, berani, terbuka dan cinta tanah air. Keseluruhannya merupakan elemen penting yang dibutuhkan para calon pemimpin bangsa masa depan.

rev

Sebagaimana lazimnya sekolah internasional, Sampoerna Academy juga menerapkan metodologi Student Centered Learning yang membuat siswa lebih aktif, mendorong kreatifitas dan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi tenaga pengajar maupun siswa. Dengan metode ini, siswa Sampoerna Academy akan memiliki kemampuan belajar secara mandiri dan terlatih dengan science skills, process skill yang menunjang life skills.

Siswa Sampoerna Academy akan menjalani pendidikan akademis di kelas selama 8-9 jam dengan tiap pelajaran berdurasi 45 menit. Seusai belajar di kelas, siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan student club pilihannya, seperti musik, Science Club, English Club, Community Service dan club lainnya yang mendukung minat setiap siswanya.

Di luar jam sekolah, Sampoerna Academy juga menerapkan program Youth Entrepreneurship yang membantu siswa dalam pengembangan minat dan memiliki jiwa wirausaha. Dalam program ini, siswa diberikan kesempatan untuk memilih jenis usaha apa yang akan dipelajari dan didukung untuk mempraktikkannya melalui sebuah proyek. Program pendukung lainnya adalah Learning To Live (L2L). Suatu program yang dirancang untuk menumbuhkan rasa keingintahuan siswa, meningkatkan kepercayaan diri dan mendorong siswa menjadi anggota masyarakat yang sehat. Adapun empat pilar yang dijadikan acuan program L2L adalah Well Being, Creativity and Art, Community Service dan Global Citizenship.

Tenaga pengajar di Sampoerna Academy adalah para tenaga pengajar pilihan yang telah memenuhi standar yang telah ditentukan. Syarat utama adalah dapat mengajar dalam Bahasa Inggris agar materi dengan kurikulum IGCSE dapat disampaikan dengan baik. Saat ini sebagian tenaga pengajar sudah memiliki sertifikat dari Cambridge. Kedepannya, seluruh tenaga pengajar akan memiliki sertifikasi Cambridge melalui professional development program. Tidak hanya di kelas, para tenaga pengajar berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan di asrama di luar jam sekolah.

rev

Setelah lulus, Sampoerna Academy memberikan pengarahan dan pelatihan motivasi bagi para lulusannya untuk memudahkan kelanjutan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Beberapa siswa Sampoerna Academy saat ini telah mengikuti seleksi mahasiswa untuk universitas-universitas internasional. Fiananda Susi, Christian Timothy, Fitriyanti Fachrudin dan Patrick Lagaunne adalah sebagian contohnya. Saat ini mereka telah mengikuti proses awal seleksi mahasiswa untuk Harvard University, Amerika Serikat.

Sampoerna Academy juga telah terbukti mampu mengasah kemampuan dan bakat siswa-siswinya sehingga berprestasi di tingkat nasional mapun internasional, seperti misalnya Yusman Ahmad Nur dan Anisa Naziha yang memenangkan medali emas pada Dreamline 7th International Design Olympiad di Ankara, Turki; Nurul Azma yang mendapatkan beasiswa diploma dari Nordic United World College di Norwegia; dan I Made Gita Narendra yang memenangkan medali perak di Olimpiade Sains Nasional di Manado pada September 2011 kemarin.

 

Tidak terbatas hanya untuk siswa berprestasi yang datang dari keluarga prasejahtera, kini, Sampoerna Academy membuka kesempatan lebih luas bagi para siswa dan siswi yang ingin bersekolah di sekolah bertaraf internasional dan berasrama ini dan ingin menjadi calon-calon pemimpin bangsa yang berkualitas dan berkarakter. Klik disini untuk info lebih lengkap seputar Sampoerna Academy.

 

NEWS ARCHIVE

facebook twitter sampoerna
  • Loading Tweets..