| Pelajar Sampoerna Academy |
|
“Mendirikan sekolah-sekolah berstandar internasional, dan mendorong pengajaran keterampilan hidup dan pengembangan kepemimpinan melalui pendidikan asrama” Sebagai dukungan terhadap inisiatif “Sekolah Bertaraf Internasional” dari Kementerian Pendidikan Nasional, Putera Sampoerna Foundation, melalui Sampoerna Academy, menyediakan akses ke pendidikan bertaraf internasional bagi para remaja dan pelajar dari kalangan prasejahtera namun memiliki prestasi akademis luar biasa dan memiliki karakter kepemimpinan. Sampoerna Academy adalah program kerjasama Putera Sampoerna Foundation bersama beberapa pemerintah daerah dengan sistem asrama lengkap untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, moral, empati, toleransi, dan keterampilan sosial yang diperlukan untuk membantu menciptakan pemimpin-pemimpin Indonesia masa depan. Siswa-siswi diberikan bantuan dana pendidikan semasa bersekolah di Sampoerna Academy maupun setelah lulus dari Sampoerna Academy demi melanjutkan ke pendidikan tinggi. Sampoerna Academy dilengkapi dengan guru-guru dan kurikulum berkualitas tinggi yang merupakan gabungan antara kurikulum nasional dengan International General Certificate for Secondary Education (IGCSE), diakreditasi oleh University of Cambridge International Examinations, dan kemahiran berbahasa Inggris untuk menyiapkan lulusan agar dapat masuk ke universitas terkemuka di negara berbahasa Inggris mana pun. Sebagai langkah awal, dua Sampoerna Academy, SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) and SMA Negeri Sumatera Selatan (Sampoerna Academy) didirikan pada tahun 2009. Sebanyak 232 pelajar telah dipilih dan menerima bantuan. Skema bantuan pelajar dalam program ini mencakup uang sekolah, biaya hidup di asrama, buku-buku pelajaran, bantuan kesehatan, dan baju seragam sekolah. Di tahun 2011, dua Sampoerna Academy didirikan di Bogor dan Bali, bernama SMA Sampoerna (Sampoerna Academy) dan SMAN Bali Mandara (Sampoerna Academy). |


Access to quality education is the biggest obstacle to the development of Indonesia, the world’s fourth most-populous nation. Only 18 percent of Indonesian high school students receive any form of higher education, compared with 28 percent in the Philippines, 43 percent in Thailand and 91 percent in South Korea, according to UNESCO. Worse still, only 3.5 percent of high school students from the nation’s lowest economic quintile receive any form of higher education, according to the Indonesian Statistics Bureau. These numbers highlight the educational challenges Indonesia faces in its development efforts.











